Theme Preview Rss
ANCAMAN TERBESAR ORANG UTAN

Populasi Orangutan pada awal abad ke 20 berjumlah ratusan ribu. Selama abad terakhir meningkatnya penebangan secara besar-besaran dan berkembangannya usaha perkebunan di Kalimantan dan Sumatra secara signifikan menyebabkan berkurangnya habitat dan populasi/jumlah mereka. Tindakan yang sangat tampak pengaruh/dampaknya pada penurunan jumlah mereka tersebut adalah pembabatan hutan hutan primer beserta ekosistimnya termasuk didalamnya pemetaan hutan-hutan tersebut untuk dijadikan daerah usaha pemotongan kayu dan termasuk didalamnya pembabatan hutan guna membangun jalan masuk ke daerah usaha kayu tadi. Estimasi saat ini bahwa selama 20 tahun terakhir orangutan sudah kehilangan 80% hutan tempat mereka tinggal. Sekitar 50.000 ekor orangutan ditemukan hidup terpencar-pencar di pulau Kalimantan dan hanya 7000 orangutan yang tinggal di 12 unit habitat tertentu di Sumatra Utara. Walaupun mereka dilindungi oleh undang-undang, namun diperkirakan bahwa 4-5000 ekor orangutan mati setiap tahunnya disebabkan oleh kehilangan tempat tinggal, pembunuhan secara ilegal, dan perdagangan gelap anak orangutan sebagai binatang piaraan eksotik. Dilaju hilangnya tempat tinggal mereka dan kematian, spesies orangutan dihadapkan akan kenyataan akan punah dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun mendatang.

0 comments:

Post a Comment